Di awal memiliki blog, niat saya hanya satu.
Saya ingin belajar menuliskan pengalaman-pengalaman yang sudah atau sedang saya lalui serta menuangkan harapan serta ide yang saya miliki. Tujuannya sebatas catatan pribadi, bahwa ada banyak peristiwa yang sudah saya jalani.
Mungkin kelak saya akan tertawa geli kala membaca posting-posting yang pernah saya buat itu. Siapa tau juga, saya bahkan bisa mengambil pelajaran dari sebuah peristiwa yang sudah dilalui sehingga lebih dewasa kala menghadapi persoalan serupa.
Seiring berjalannya waktu, nge-blog itu ternyata tidak sesederhana yang saya bayangkan.
Ada banyak intrik, fitnah, intimidasi dan opini yang membuat saya terkaget-kaget. Orang yang tidak betul-betul mengenal saya, dengan mudahnya mengambil kesimpulan hanya dari posting atau cerita sepihak. Cerita yang tentu saja memiliki penilaian sangat subyektif. Bahkan bisa jadi, jauh panggang dari api.
Saya tertawa dalam hati.
Rupanya kita lebih suka membuat prasangka dan menilai seseorang berdasarkan gunjingan, tanpa tahu dengan benar persoalan apa yang melatarbelakangi sebuah peristiwa.
Sesungguhnya ada sebuah proses, yang menyebabkan penilaian kita terhadap satu hal menjadi tidak sama. Proses yang tidak diketahui banyak orang karena bersifat terlalu pribadi. Selain itu, riskan rasanya kalau peristiwa yang kurang menyenangkan dibongkar habis-habisan dalam sebuah tulisan. Apalagi bila tulisan tersebut bisa jadi mendiskreditkan orang lain.
Sudahlah. Mungkin disini kedewasaan saya sedang diuji. Kesabaran saya kembali dievaluasi.
Saya juga bersyukur memiliki keluarga yang hangat, sehingga tidak perlu sibuk mencari orang lain untuk curhat. Mereka adalah pendengar setia dan pemberi nasihat terbaik yang saya miliki. Membicarakan masalah pribadi dengan sembarang orang, bukan kebiasaan saya. Apalagi kalau orang tersebut baru beberapa waktu saya kenal. Saya khawatir curahan hati itu justru bisa membentuk opini keliru yang akan merugikan orang lain.
Seiring berjalannya waktu, tanpa disadari saya mulai memiliki beberapa teman baru. Ada juga teman-teman lama yang menghilang begitu saja. Saya mengerti, mungkin posting saya sudah tidak cocok lagi dengan seleranya. Atau mereka memiliki kesibukan baru yang lebih penting di dunia nyata. Tidak apa-apa. Hal itu lumrah terjadi dalam hubungan silaturahmi. Bila cocok diteruskan, tidak cocok jangan pula dipaksakan.
Teman-teman baru tadi, awalnya hanya saya kenal melalui saling tukar komen di posting-posting yang kami miliki. Hanya itu. Karena saya tidak bisa chatting dan terlalu malas berkirim email, saya tidak pernah berusaha untuk mengenal mereka lebih jauh.
Ternyata ada beberapa teman yang ingin mengenal saya lebih dekat. Saling bertukar nomor handphone pun mulai dilakukan dan pertemuan di dunia nyata akhirnya bisa dilaksanakan. Senang, tentu saja. Berulang kali saya katakan, bahwa menambah silaturahmi melalui kehadiran teman-teman baru itu selalu membuat saya merasa kaya. Merasa bermakna.
Sampai saat ini, nge-blog itu tetap saya lakukan. Saya betul-betul bersyukur untuk semua manfaat yang sudah saya dapatkan. Kalaupun kadang ada sedikit ganjalan, ah…namanya juga hidup…nggak seru kali ya kalo semua berjalan terlalu sempurna…hehehe
Awal Mula
04.58
Misbahul Huda
By : Misbahul Huda,S.pd To :_______________________
By : Misbahul Huda,S.pd
To :_______________________
Subscribe
Follow me!
